
Saya kadang merasa heran, banyak diantara kita mengeluh dengan keadaannya sekarang. Ada yang mengeluh dengan upah yang mereka dapatkan dari kerjanya. Mereka bilang tidak cukup untuk biaya hidup. Ada yang mengeluhkan susananya sudah tidak nyaman, karena beban tanggungjawab yang terlalu besar. Pertanyaannya, kenapa mereka masih berada di sana ? Kenapa mereka tidak keluar dari kekurangan dan ketidaknyamanan tersebut ? Alasannya menurut mereka karena takut di luar sana mereka tidak mendapat pekerjaan yang lain sebagai gantinya. Kalau seperti itu, kenapa mereka masih mengeluh dengan keadaan mereka sekarang ? Bukankah keadaan sekarang masih lebih baik bila di bandingkan dengan di luar sana yang tidak menentu.
Sahabatku, kadang kita masih tidak konsiten dengan kehidupan kita. Kita mengeluh tapi faktanya kita masih butuh. Kita berani untuk menghujat keadaan, tapi kita takut untuk merubah keadaan. Kita sanggup untuk protes, tapi kita enggan untuk berproses. Lalu bagaimana kita bisa hidup nyaman kalau semua kita lakukan di bawah bayang-bayang ketidakkonsistenan kita dalam menjalani kehidupan.
Sahabatku, berbicara masalah takut, ada sebuah pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada anda. Apakah anda merasa takut untuk keluar dari ketidakpuasan anda sekarang? Kalau jawabannya iya, maka coba perhatikan rasa takut anda. Perhatikan pesan yang ingin disampaikan oleh rasa takut tadi. Bukankah rasa takut membuat nada lebih waspada ? Bukankah rasa takut memberi anda energi ekstra ? Ya…, harus kita akui bahwa rasa takut membuat kita mampu mengatasi tantangan tersulit sekalipun. Tak ada yang mampu mendorong sumber daya kita selain rasa takut tadi. Pernahkah anda melihat seseorang yang lari dengan begitu cepatnya karena dia dikejar anjing ? Perhatikanlah bagaimana dia mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk bisa menyelematkan diri. Bahkan pagar tembok yang begitu tinggipun mampu ia naiki hanya karena satu alasan, dia TAKUT dengan anjing.
Sahabatku, memang begitulah adanya. Rasa takut hadir untuk memberikan dorongan kepada anda agar maju, bukan untuk menghambat apalagi sampai membuat anda berhenti melakukan perubahan. Biarkan rasa takut mempersiapkan diri anda. Tapi jangan membuat rasa takut menghentikan anda. Karena sampai kapanpun rasa takut itu pasti ada.
Sahabatku, dari uraian di atas, saya hanya ingin menyampaikan bahwa kita tidak akan bisa menikmati hidup ini selama kita belum mampu untuk konsisten dalam menjalaninya. Antara ucapan dan perbuatan kita belum selaras. Jangan mengeluh kalau ternyata kita belum mampu menentukan sikap. Saya ingin mencoba menikmati hidup itu dengan berusaha konsisten terhadap apa yang saya ucapkan. Saya merasa ada yang kurang dengan keadaan sekarang, maka saya berusaha untuk mencukupkannya dengan keluar dari kekurangan tersebut. Saya sendiri belum tahu persis dengan keadaan di luar, tapi saya tidak mau menjadi orang yang gagal di awal. Bagi saya, dengan tidak mencoba berarti kita telah gagal. Gagal untuk menguasai diri kita dari ketakutan dan gagal untuk mendapatkan pengalaman hidup yang berharga. Saya tidak merasa rugi, karena saya mengawali perjalanan ini dari nol. Saya tidak mengawali hidup ini dari seorang Manajer, yang jika gagal dia akan jatuh menjadi orang rendah. Saya mengawali semuanya dari orang rendah sehingga kalau masih gagalpun memang sudah terbiasa dengan kegagalan tersebut. Tapi jika sukses maka itulah hasil dari proses yang telah saya jalani. Lalu bagaimana dengan anda…?
Depok, 14 Juli 2009 (07:18 wib)
Baity Jannaty
»» Baca Selengkapnya...