Yang Paling Sayang...


Ketika kita telah melakukan sebuah kebaikan, kadang kita merasa seperti orang yang paling baik, paling sayang dan paling mengasihi. Manusiawi memang, tapi kadang itu menjadi berlebihan ketika kita ikuti semua amalan itu dengan kesombongan. Saat seperti itu kadang kita lupa siapa sih sebenarnya yang paling pengasih dan penyayang. Ketika kita menyadarinya kita menjadi malu pada diri ini, karena ada yang lebih pengasih dan lebih penyayang...Dialah Allah... Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang



»»  Baca Selengkapnya...

KONSISTENSI yang Terabaikan


Saya kadang merasa heran, banyak diantara kita mengeluh dengan keadaannya sekarang. Ada yang mengeluh dengan upah yang mereka dapatkan dari kerjanya. Mereka bilang tidak cukup untuk biaya hidup. Ada yang mengeluhkan susananya sudah tidak nyaman, karena beban tanggungjawab yang terlalu besar. Pertanyaannya, kenapa mereka masih berada di sana ? Kenapa mereka tidak keluar dari kekurangan dan ketidaknyamanan tersebut ? Alasannya menurut mereka karena takut di luar sana mereka tidak mendapat pekerjaan yang lain sebagai gantinya. Kalau seperti itu, kenapa mereka masih mengeluh dengan keadaan mereka sekarang ? Bukankah keadaan sekarang masih lebih baik bila di bandingkan dengan di luar sana yang tidak menentu.

Sahabatku, kadang kita masih tidak konsiten dengan kehidupan kita. Kita mengeluh tapi faktanya kita masih butuh. Kita berani untuk menghujat keadaan, tapi kita takut untuk merubah keadaan. Kita sanggup untuk protes, tapi kita enggan untuk berproses. Lalu bagaimana kita bisa hidup nyaman kalau semua kita lakukan di bawah bayang-bayang ketidakkonsistenan kita dalam menjalani kehidupan.

Sahabatku, berbicara masalah takut, ada sebuah pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada anda. Apakah anda merasa takut untuk keluar dari ketidakpuasan anda sekarang? Kalau jawabannya iya, maka coba perhatikan rasa takut anda. Perhatikan pesan yang ingin disampaikan oleh rasa takut tadi. Bukankah rasa takut membuat nada lebih waspada ? Bukankah rasa takut memberi anda energi ekstra ? Ya…, harus kita akui bahwa rasa takut membuat kita mampu mengatasi tantangan tersulit sekalipun. Tak ada yang mampu mendorong sumber daya kita selain rasa takut tadi. Pernahkah anda melihat seseorang yang lari dengan begitu cepatnya karena dia dikejar anjing ? Perhatikanlah bagaimana dia mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk bisa menyelematkan diri. Bahkan pagar tembok yang begitu tinggipun mampu ia naiki hanya karena satu alasan, dia TAKUT dengan anjing.

Sahabatku, memang begitulah adanya. Rasa takut hadir untuk memberikan dorongan kepada anda agar maju, bukan untuk menghambat apalagi sampai membuat anda berhenti melakukan perubahan. Biarkan rasa takut mempersiapkan diri anda. Tapi jangan membuat rasa takut menghentikan anda. Karena sampai kapanpun rasa takut itu pasti ada.

Sahabatku, dari uraian di atas, saya hanya ingin menyampaikan bahwa kita tidak akan bisa menikmati hidup ini selama kita belum mampu untuk konsisten dalam menjalaninya. Antara ucapan dan perbuatan kita belum selaras. Jangan mengeluh kalau ternyata kita belum mampu menentukan sikap. Saya ingin mencoba menikmati hidup itu dengan berusaha konsisten terhadap apa yang saya ucapkan. Saya merasa ada yang kurang dengan keadaan sekarang, maka saya berusaha untuk mencukupkannya dengan keluar dari kekurangan tersebut. Saya sendiri belum tahu persis dengan keadaan di luar, tapi saya tidak mau menjadi orang yang gagal di awal. Bagi saya, dengan tidak mencoba berarti kita telah gagal. Gagal untuk menguasai diri kita dari ketakutan dan gagal untuk mendapatkan pengalaman hidup yang berharga. Saya tidak merasa rugi, karena saya mengawali perjalanan ini dari nol. Saya tidak mengawali hidup ini dari seorang Manajer, yang jika gagal dia akan jatuh menjadi orang rendah. Saya mengawali semuanya dari orang rendah sehingga kalau masih gagalpun memang sudah terbiasa dengan kegagalan tersebut. Tapi jika sukses maka itulah hasil dari proses yang telah saya jalani. Lalu bagaimana dengan anda…?







Depok, 14 Juli 2009 (07:18 wib)
Baity Jannaty



»»  Baca Selengkapnya...

SEGALA PUJI BAGI-MU


Pujian...setiap orang senang dengan pujian. Karena hal itu menandakan bahwa kedudukan kita memang dihargai. Pujian menandakan bahwa kita telah melakukan sesuatu yang membuat orang lain senang, takjub atau merasa terbantu. Pujian ini lah yang kadang membuat orang terlena dan akhirnya terjatuh pada jurang kehinaan yang paling dalam.

Hal itu menjadi wajar, karena kita bukanlah pemilik segala puji. Kita hanyalah seonggok daging yang tak pantas untuk mendapat pujian yang berlebihan. Karena kita bukan apa-apa. Pujian sudah sepantasnya di sampaikan pada dzat yang memiliki kekuasaan tak terbatas, dialah Allah SWT. Segala puji hanyalah bagi Allah, Rabb semesta alam.


»»  Baca Selengkapnya...

Dia Jujur Kepada Allah Maka Allah Memenuhi Keinginannya


Diriwayatkan dari Syidad bin al-Had radhiallahu ‘anhu bahwasanya seorang lelaki dari Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam –kemudian beriman kepadanya dan mengikuti ajarannya– lalu orang itu berkata kepada Nabi, “Aku berhijrah untuk mengikuti ajaranmu.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada para sahabat tentang orang tersebut.

Setelah kembali dari suatu peperangan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memperoleh harta rampasan perang. Rampasan tersebut dibagi-bagi untuk nabi dan para sahabat. Orang Badui tersebut juga mendapat bagian. Tetapi ia tidak kelihatan. Ketika suatu hari ia berada di tengah-tengah sahabat. Para sahabat memberikan jatah tersebut kepadanya.
Ia bertanya, “Apa ini?”

Para sahabat menjawab, “Bagian (jatah) mu yang telah disisihkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ia mengambil jatah tersebut lalu mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya bertanya, “Apakah ini?” Beliau menjawab, “Aku telah menyisihkannya untukmu.”

Dia berkata, “Aku mengikutimu bukan untuk memperoleh seperti ini, tetapi agar aku terkena anak panah di sini -sambil mengisyaratkan ke lehernya- sehingga aku menemui ajalku dan masuk Surga.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika Engkau jujur kepada Allah, niscaya Allah percaya dan akan menyampaikan keinginanmu.”

Ia terdiam sejenak, kemudian bangkit untuk ikut serta memerangi musuh. Setelah itu datang seseorang menggotongnya sambil membawa pedang, dia terluka pada bagian sebagaimana yang ia isyaratkan, lehernya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah ini orang Badui yang itu?” Para sahabat menjawab, “Benar.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda, “Ia jujur kepada Allah maka Allah memenuhi permintaannya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengkafaninya dengan baju jubah beliau, kemudian menshalatkannya. Di antara doa yang dipanjatkan Nabi untuknya adalah, “Ya Allah, ini adalah hambaMu, keluar dari kabilahnya untuk berhijrah menuju jalanMu, kemudian mati syahid karena terbunuh, dan aku menjadi saksi atas yang demikian itu.”( Shahih Sunan an-Nasa’i, hal. 420./alsofwah)

Sumber : http://www.kajianislam.net/modules/wordpress/2009/12/09/dia-jujur-kepada-allah-maka-allah-memenuhi-keinginannya


»»  Baca Selengkapnya...

DENGAN MENYEBUT NAMA-MU.....


Kita selalu senang ketika menyebut nama orang yang kita kasihi dan kita sayangi. Kita dengan rela melakukan apapun untuk orang-orang yang kita cintai. Bahkan diantara kita ada yang terlalu berlebihan dengan perasaan kita terhadap orang yang kita sayangi.

Namun....

Kita selalu lupa terhadap Dzat yang selalu menyayangi kita. Kita selalu menolak apa yang diperintahkan-Nya. Kalaupun melaksanakan biasanya dilakukan dengan terpaksa. Padahal, banyak sudah kasih sayang yang Dia berikan kepada kita. Tak terhitung sudah cinta yang Dia limpahkan kepada kita selaku hamba-Nya. Ingatlah selalu Dia yang tak pernah melupakan kita. Manusia yang kita sayangi bisa saja tak pernah sayang terhadap kita dengan setulusnya. Cinta, kasih dan sayang mereka bisa saja hilang tertelan usia. Tapi... yakinlah bahwa cinta, kasih sayang Dia tak kan pernah hilang sampai kapanpun. Dialah Allah yang MahaRahman dan MahaRahim. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...ku memohon ampunan atas segala ke khilafan ini. Dan Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ku memohon ridho-Nya untuk menapaki jalan hidup ini....



»»  Baca Selengkapnya...

KORUPSI...., NO WAY...!!!

anti korupsi, korupsi
anti korupsi, korupsi
anti korupsi,korupsi
Tanggal 9 Desember adalah Hari Anti Korupsi sedunia. Seluruh manusia di dunia merayakannya dengan berbagai cara. Di Indonesia sendiri semua yang mengaku anti korupsi turun ke jalan-jalan dengan satu tujuan, yaitu tuntaskan kasus korupsi yang terjadi di Negeri ini. Untuk yang satu ini kita memang sepakat. Tapi segala sesuatu tentunya memiliki sisi yang harus di renungkan. Apakah kita adalah orang-orang yang sudah termasuk Anti Korupsi?

Bagi diri ini, masih banyak hal yang sering di korupsi, terutama waktu. entah pposisi saya sebagai karyawan saat itu atau sebagai pelajar. Namun kadand kita tak sadar akan hal itu. Berapa banyak waktu bekerja kita yang kita potong dengan ngobrol atau yang lainnya. Begitu juga dengan waktu sekolah...Ah jadi malu rasanya kalau diri ini teriak-teriak menuntut tuntaskan korupsi sementara diri ini masih banyak korupsinya. Saya bukan orang yang mendukung korupsi, tetapi akan lebih baik jika seandainya kitapun bisa membersihkan korupsi yang dilakukan diri sendiri. Hal ini akan menunjukkan bahwa kita memang benar-benar konsisten terhadap apa yang kita perjuangkan. Yuuuk...kita bersihkan korupsi dari diri kita, keluarga, saudara, tetangga dan semuanya tanpa terkecuali.


»»  Baca Selengkapnya...

KETIKA SEBUAH SEMANGKA DAN 3 BUTIR KAKAO DIHARGAI TRILIYUNAN

semangka,kakao,mahal,triliyun,penjara,korupsi,tahun,bank century,gila
Dunia ini semakin hari semakin ramai dengan berbagai macam persoalan. Saya baru menyadari kalau ternyata saat ini harga sebuah semangka jauh lebih berarti dari segalanya. Harga semangka sekarang ternyata triliyunan rupiah. Maka jangan heran, kalau ada yang mencuri semangka bisa diancam hukuman penjara 5 tahun. Coba bandingkan dengan para pencuri uang di bank century, kasusnya tidak jelas ujungnya. Itu berarti, sebuah semangka lebih mahal dari triliyunan uang rakyat yang hilang. Saya tidak tahu siapa yang gila, karena saya bukan orang yang senang mengurusi orang gila.



»»  Baca Selengkapnya...

Artikel Tetangga